4 Soalan Yang Perlu Kamu Tanyakan Sebelum Membuka Bisnis Kecantikan

Table of Contents

Berfikir untuk membuka bisnis pijat parlor (parlour) ? ini bukan keputusan yang mudah dan saya yakin Anda sudah merenungkan usaha bisnis ini sejak lama. Sekarang Anda sudah berada di sisi pengambilan keputusan, namun pastikan dulu untuk mengajukan 7 pertanyaan ini pada diri Anda sendiri sebelum memulai bisnis ini :

1. Dimana Anda akan memulai bisnis ini?

Ada banyak jenis bisnis pijat. Ada bisnis pijat yang terutama berbasis di rumah dan ada juga yang menyewa bangunan.

Jika Anda berencana membangunnya di rumah, Anda perlu mengurus masalah bangunan rumah di negara Anda dan bahkan masalah asuransi. Anda juga perlu memeriksa kembali di lingkunganmu, apakah mungkin terganggu dengan keramaian di area umum. Dan bagaimana dengan kehidupan pribadi Anda sendiri.

Bagaimana Anda akan memisahkan pekerjaan dengan hal lainnya mengingat layanan Anda tepat di tengah rumah Anda sendiri?

Sedangkan jika Anda berencana menyewa bangunan, apakah harus di mall atau area lebih pribadi lainnya seperti di ruko? Apakah Anda lebih suka berada di daerah dengan lalu lintas yang padat pejalan kaki atau yang renang?

2. Berapa banyak yang mampu Anda keluarkan?

Memulai bisnis akan membutuhkan modal dan mengambil pinjaman pribadi di bank. Anda perlu membeli peralatan, seperti meja pijat dan produk lainnya seperti scrub, minyak-minyakan dan aromaterapi.

Apakah Anda akan membeli dari supplier yang sama untuk mendapatkan diskon pembelian dalam jumlah besar atau apakah Anda akan mencari supplier lainnya yang menyediakan produk yang berkualitas terbaik?

Namun yang paling penting, berapa banyak uang yang rela Anda keluarkan untuk kerugian yang kemungkinan besar akan terjadi pada pelayanan pijat di beberapa bulan pertama beroperasi?

3. Bagaimana Anda akan menjangkau pelanggan Anda ?

Kenyataannya keberadaan pelanggan digital juga penting untuk bisnis Anda. Namun apakah apakah lebih baik membuat situs web khusus bisnis Anda atau membuat halaman bisnis Facebook untuk melakukan promosi dan menarik minat pelanggan?

Dan berapa banyak yang Anda bayarkan untuk pemasaran di media sosial?

Ada banyak pro dan kontra untuk keduanya. Jika halaman bisnis Facebook lebih mudah dioperasikan dan berkomunikasi dengan pelanggan, namun tidak memungkinkan Anda menampilkan layanan Anda secara estetis seperti di situs web. Jadi apa yang Anda prioritaskan dan berapa banyak yang akan di investasikan?

4. Sudahkah Anda mempertimbangkan pesaing Anda?

Membuka bisnis pijat parlor di suatu negara yang tentu saja akan banyak Anda temui bisnis pijat lainnya, Anda harus pintar menemukan titik penjualan dan ciri khas milik Anda sendiri agar relevan di pasar.

Jadi apakah sudah Anda pertimbangkan pesain Anda dan tema apa yang akan Anda usung di bisnis Anda? Pastikan bahwa Anda telah menemukan ciri khas khusus yang mencerminkan apa yang Anda inginkan untuk pelanggan Anda.

Tindakan Untuk Dilakukan:

Anda pasti akan membutuhkan perencanaan bisnis sebelum mendirikan bisnis Anda. Dapatkan rincian hal-hal penting tersebut dahulu! Jika Anda gagal merencanakannya, Anda sedang berencana untuk gagal.

The FMCG Marketer's Guide to First-party Data Collection

Share this article:

Other articles

Colgate Case Study

COLGATE BOOSTS PREMIUM SALES, BASKET SIZES & SHOPPER INSIGHTS WITH A GAMIFIED SURVEY CHALLENGE Unable to Proactively Engage Prospective Shoppers​​ Without a customer database, Colgate

Read More »

AFP Case Study

HOW ANCHOR FOOD PROFESSIONALS DROVE A SALES SURGE ACROSS F&B OUTLETS NATIONWIDE CHALLENGE In a world where consumers are constantly bombarded with promotions, discounts, and

Read More »

SingPost Case Study

REDEFINING THE MALL EXPERIENCE: SINGAPORE’S FIRST IMMERSIVE AR WONDERLAND AT SINGPOST CENTRE CHALLENGE In Singapore’s highly competitive retail landscape, shoppers are inundated with choices especially

Read More »

POKKA Case Study

HOW SINGAPORE’S LEADING RTD BRAND DROVE +740% SALES WITH A FULL-FUNNEL, ALWAYS-ON WHATSAPP CHATBOT STRATEGY CHALLENGE POKKA, a premium ready-to-drink beverage brand in Singapore, set

Read More »