Cara Tepat Mempertahankan Hairstylist Utama Salonmu

Table of Contents

Semakin kesini semua wanita semakin menggilai dunia kecantikan. Mulai dari perawatan rambut, creambath, coloring rambut bahkan sekedar potong rambut, SPA dan lainnya tersedia di salon. Tidak heran apabila salon menjadi industri yang memiliki potensi besar di pasar Indonesia. Kamu bisa melihatnya dengan terus meningkatnya salon-salon kecantikan di Indonesia.

Namun perlu di garis bawahi untuk kamu yang sedang membangun bisnis salon yaitu salon yang sukses adalah salon bisa mempertahankan bahkan meningkatkan kualitasnya. Dan salah satu hal paling penting dalam mempertahankan kesuksesan itu adalah memiliki hairstylist (penata rambut) utama yang konsisten.

Bukan tanpa alasan, dimana sebagian besar pelanggan menyukai rambut mereka di urus oleh hairstylist yang sama. Maka dari itu, kamu harus bisa mempertahankan keberadaan hairstylist utamamu di salonmu.

Jadi, apa saja yang harus dilakukan untuk mempertahankannya? Cari tahu dibawah ini!

1. Menjaga Mood dan Motivasi Hairstylist-mu

Layaknya chef pada sebuah restoran, hairstylist juga menjadi inti pada sebuah salon. Apapun bentuk salonmu, pelanggan yang berkunjung ke salonmu pastinya mencari hairstylist yang menjadi langganannya. Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi karena pastinya mereka telah memiliki sense yang sama. Kamu perlu menjaga mood hairstylist untuk selalu termotivasi pada pekerjaannya, dengan demikian mereka akan bekerja dengan senang hati dan bahagia.

2. Mengajari Cara Menjual Produk sekaligus Memberikan Pelayanan Terbaik pada Pelanggan [restrict]

Hairstylist profesional yang baik adalah hairstylist yang bisa memberikan pelayanan terbaik pada setiap pelanggannya. Seperti memberikan konsultasi atau menjelaskan proses dan layanan yang pelanggan inginkan, di sini hairstylist bisa sekaligus menawarkan produk yang dimiliki salon untuk memperkenankan pada pelanggan produk apa saja yang dimiliki salon.
Salah satu salon milik hairstylist terbaik berlokasi di Jakarta, yaitu Chandra Gupta Hair & Beauty Salon bisa menjadi contoh, dimana salonnya selalu dirasa puas oleh pelanggannya bahkan oleh selebritis dan kalangan high class di Jakarta.

3. Membimbing dalam Mengelola Tim Hair Styling

Hairstylist tidak bisa bekerja sendiri, ia membutuhkan tim untuk membantunya. Disini tugasmu sebagai pemilik bisnis salon untuk membimbing hairstylist-mu dalam mengelola tim hair styling-nya. Hal ini penting untuk hubungan secara internal antara staff sehingga pelangganpun puas dengan kerja salon kamu.

4. Mengajari untuk Bertanggung Jawab pada Pekerjaan Mereka

Menanamkan rasa tanggung jawab pada pekerjaan juga penting untuk hairstylist-mu agar menjalankan tugasnya dengan profesional dan berkualitas. Karena menjadi hairstylist professional adalah mereka yang tidak berhenti meningkatkan pelayanan pada pelanggannya.

Kamu bisa melihat kisah sukses Rudy Hadisuwarno membangun bisnis salonnya. Berawal karena keadaan ekonomi yang sulit, ia mengambil kursus pada seorang hairstylist selama setahun dan akhirnya membuka salonnya sendiri. Hingga saat ini Rudy Hadisuwarno telah menghasilkan produk kecantikan dan telah memiliki salon yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.

5. Membimbing pada Pekerjaan yang Berkualitas Tinggi

 

Pada dasarnya mempertahankan memang lebih sulit daripada mencari pelanggan baru. Maka dari itu, kamu harus membimbing pekerjaan hairstylist-mu untuk selalu melakukan pekerjaan yang berkualitas tinggi, bagaimana mereka memberikan kenyamanan dan kepuasan pada hasil kerjanya sehingga bisa mempertahankan hubungan dengan pelanggan.

6. Memberikan tanggung jawab lebih pada Pekerjaan Mereka

 

Hal ini juga penting dalam artian kamu telah memberikan pemahaman bahwa apa yang dilakukan mereka penting pada salon. Berikan tanggung jawab untuk membimbing mereka dalam mendorong penjualan dan pendapatan bisnis salon. Bimbingan ini sekaligus menunjukan pekerjaan yang terarah.

7. Mendorong Untuk Terus Mengikuti Perkembangan Hair Styling Terbaru

Hairstylist yang up-to-date juga sangat penting dalam mendukung kesuksesan sebuah salon. Melihat keadaanya dunia kecantikan yang terus meningkat dengan kreasi dan invoasi yang pesat, salonmu juga harus begitu.

Kamu harus mendorong hairstylist-mu untuk terus mengikuti perkembangan dalam ketrampilan hair styling terbaru. Kamu juga harus mendukung pelalatan, memberikan ruang untuk berkembang dan berinovasi dan dukungan lainnya pada hairstylist-mu.

8. Tanamkan Kepercayaan

Ini juga penting, karena dengan membangun rasa kepercayaan secara internal membuat bisnis terus berjalan. Lakukan itu juga pada hairstylist, mengingat merekalah yang berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Bangun dan tanam kepercayaan pada mereka, sehingga mereka merasa percaya diri pada pekerjaannya, dengan demikian kinerja dan kualitas pasti terus meningkat.

Tindakan yang boleh diambil:

Jika kamu telah melakukan semua tips diatas, namun hairstylist-mu masih menjaga jarak denganmu, cobalah untuk tanyakan langsung, apa ada sesuatu yang ingin disampaikan. Mulailah dengan membangun hubungan yang saling percaya untuk membangun sense of belonging pada bisnis salon.

[/restrict]

The FMCG Marketer's Guide to First-party Data Collection

Share this article:

Other articles